Install Ubuntu dengan Debootstrap
Pengenalan
Sebelum melakukan pemasangan ubuntu menggunakan debootstrap way, alangkah baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu apa itu tool yang bernama deboostrap.
So, apa itu debootstrap?
Mengutip dari debian wiki, debootstrap didefinisikan sebagai berikut:
Debootstrap is a tool which will install a Debian base system into a subdirectory of another, already installed system. It doesn't require an installation CD, just access to a Debian repository.
Masih bingung? well, sederhananya debootstrap adalah sebuah alat untuk melakukan pemasangan distro berbasis debian tanpa harus mendownload file .iso ataupun installer berbasis CD lainnya (FYI Ubuntu juga termasuk salah satu distro turunan debian atau biasa disebut debian based ).
Lalu, apa bedanya debootstrap dengan installer lainnya? jika installer pada umumnya dan terlebih khususnya pada Ubuntu menginstall semua hal yang kadang tidak kita butuhkan (minimalis femboy bilang ini adalah bloated), debootstrap melakukan hal sebaliknya. Kita hanya akan dipasangkan tool dasar - dasarnya saja. Hal ini tentu akan membuat distro yang kita pasang akan lebih hemat dalam mengonsumsi memori (pemuja RAM akan bahagia dengan ini), namun disisi lain kita harus menginstall semuanya sendiri dari awal.
Ibarat merakit PC, kita bebas menentukan komponen apa yang ingin dipasang dan tidak bergantung kepada pihak lain.
Persyaratan (Requirements)
Sebelum memulai instalasi dan menggunakan debootstrap, kita membutuhkan alat dan bahan sebagai berikut:
- OS debian based
Ini adalah hal wajib karena paket debootstrap hanya bisa berjalan pada OS debian based. Jangan khawatir, kita dapat menjalankan live OS untuk memulai pemasangan. - Pengetahuan dasar tentang linux dan perintahnya
Kita akan menggunakan command-command sepertidpkg-reconfigure,blkiddan lain-lain. Pastikan untuk mempelajari dan paham akan perintah tersebut. - Koneksi internet
- Kesabaran dan ketelatenan
**disclaimer: tutorial ini tidak cocok untuk anda yang ingin semuanya serba instan
Okay jika hal-hal diatas telah dikuasai dan didapatkan, mari kita lanjutkan step by stepnya dengan langsung melakukan eksekusi pemasangan.
Eksekusi
Sebelum memulai eksekusi, marilah kita bersenam jari terlebih dahulu
Karena didalam jari yang kuat, terdapat sebuah ketikan yang akurat dan cepat
Saya asumsikan anda telah melakukan partisi kosong pada drive yang akan digunakan sebagai lokasi pemasangan Ubuntu.
-
Memformat partisi
Kita akan menggunakan filesystemext4, cukup ketikkan perintahsudo mkfs.ext4 /dev/sdX*note: ganti sdX sesuai lokasi partisi yang digunakan, untuk informasi lebih detail baca artikel ini
-
Mount partisi
Mounting berfungsi agar kita bisa mengakses partisi yang sudah diformat tadisudo mount /dev/sdX /mntUntuk memastikan apakah partisi sudah dapat diakses, kita dapat menggunakan langkah sebagai berikut
cd /mnt ls -
Memasang debootstrap
Kita memerlukan versi terbaru dari debootstrap untuk menginstall ubuntu versi 20 keatas. Oleh karena itu sangat disarankan untuk mendownloadnya langsung dari repository debian.wget -c https://salsa.debian.org/installer-team/debootstrap/-/archive/master/debootstrap-master.zip unzip debootstrap-master.zip cd debootstrap-master -
Menginstall paket dasar
Debootstrap memerlukan akses root untuk menginstall paket-paket dasar yang diperlukansu export DEBOOTSTRAP_DIR=`pwd` ./debootstrap --arch=amd64 jammy /mnt http://archive.ubuntu.com/ubuntu exitGanti
jammypada perintah diatas sesuai codename ubuntu yang ingin diinstall, silahkan melihat referensi tersebut pada artikel ini -
Menulis fstab
fstabberfungsi agar sistem linux tahu dimana lokasi file sistem, swap, dsb ditempatkan. Jika kita salah menuliskan lokasi tersebut, maka sistem akan mengalami crash setelah booting.sudo blkidLalu akan tampil sebagai berikut ini (contoh):
/dev/sda3: UUID="c8c2900e-0d7f-43dc-82a5-4253560b8899" BLOCK_SIZE="4096" TYPE="ext4" PARTUUID="49858d69-03" /dev/sdb4: UUID="b3e73ffe-9fe7-4ee0-acb4-64835d775aa0" BLOCK_SIZE="4096" TYPE="ext4" PARTUUID="5dea47d6-04" ...Isikan UUID dari partisi yang digunakan pada
fstabsudo nano /mnt/etc/fstabLalu isi file tersebut seperti berikut ini:
UUID=c8c2900e-0d7f-43dc-82a5-4253560b8899 / ext4 defaults,discard 0 0 # Jika anda membuat partisi swap UUID=7d006d6a-d042-4366-b32c-12c7ee13d321 none swap sw 0 0 # Jika partisi home dibuat terpisah UUID=0d05081e-0ff9-4c21-a0bd-778b371f7fd7 /home ext4 noatime,errors=remount-ro 0 2Dari script diatas, anda wajib mengganti UUID pada baris pertama sesuai dengan UUID partisi yang kita dapatkan dari langkah sebelumnya. Baris selanjutnya opsional jika anda ingin menambahkan partisi swap dan memisahkan partisi untuk home, jika tidak menggunakan dua hal tersebut anda dapat menghapusnya saja.
-
Mengganti hostname
Hostname berfungsi sebagai alias untuk nama komputer kita, hostname juga akan tampil pada list devices saat kita terhubung pada jaringan.sudo nano /mnt/etc/hostname*isikan sesuai kehendak dan selera Lalu tambahkan hostname tersebut pada file
/etc/hostssudo nano /mnt/etc/hostsTambahkan script seperti berikut pada baris kedua
127.0.0.1 hostname ::1 hostname*ganti
hostnamesesuai nama host yang telah diset tadi -
Chroot pada direktori Ubuntu
Chroot digunakan agar kita bisa mengeksekusi aplikasi dalam ubuntu yang telah diinstall, namun sebelum itu kita perlu mounting/dev,/sys, dan/procterlebih dahulu.sudo mount --bind /dev /mnt/dev sudo mount --bind /sys /mnt/sys sudo mount --bind /proc /mnt/procsudo chroot /mnt -
Menambahkan repository ekstra
Menambah repository ekstra berfungsi agar kita dapat menginstall lebih banyak aplikasi yang tentunya tidak tersedia pada main repository.apt-add-repository restricted apt-add-repository universe apt-add-repository multiverse apt update -
Konfigurasi locales
Locales digunakan untuk mengatur bahasadpkg-reconfigure localesPilih bahasa yang digunakan dengan menekan tombol arrow pada keyboard dan spasi untuk ceklis pada bahasa yang dipilih.
-
Konfigurasi zona waktu
dpkg-reconfigure tzdata -
Memasang kernel linux
Tanpa kernel, Ubuntu yang kita install tidak akan terdeteksi oleh bootloader dan tentunya tidak dapat dijalankan.apt install linux-image-generic apt install linux-headers-generic -
Memasang bootloader
Jika bootloader belum terpasang, kita tidak akan bisa menjalankan OS yang telah terinstall.-
Legacy BIOS
bash apt install grub-common grub-install /dev/sdX update-grub*gantisdXsesuai drive yang digunakan untuk lokasi bootloader -
UEFI BIOS
apt install grub-efi grub-install --target=x86_64-efi --efi-directory=/boot/efi --bootloader-id=ubuntu --recheck --debug update-grub
-
-
Memasang network manager
Network manager berfungsi untuk menghubungkan perangkat kita pada jaringanapt install network-manager -
Memasang display manager
Anda dapat menggunakan berbagai macam display manager seperti:- GNOME
apt install gnome - XFCE
apt install xfce4 apt install xfce4-goodies
- GNOME
-
Set root password
Root password berfungsi agar kita dapat login sebagai administratorpasswdlalu masukkan password sesuai keinginan
-
Menambahkan user
useradd user -m passwd user gpasswd --add user sudo -
Keluar dari chroot
exit
Penutup
Jika telah melakukan semua langkah diatas, maka selamattt anda telah menginstall Ubuntu menggunakan metode deboostrap way. Reboot sistem dan anda dapat menjalankan OS yang telah terinstall.